Postingan

Gambar
BUDIDAYA PUYUH A. PENDAHULUAN Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs.Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat tahun 1870. Dan selanjutnya dikembangkan ke seluruh penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal dan diternak sejak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia. B . SENTRA PETERNAKAN Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. C . JENIS Kelas : Aves (Bangsa Burung) Ordo : Galiformes Sub Ordo : Phasianoidae Famili : Phasianidae Sub Famili : Phasianinae Genus : Coturnix Species : Coturnix-coturnix Japonica D . MANFAAT Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainny...
BUDIDAYA RUMPUT LAUT A. Latar Belakang Rumput laut (sea weeds)  yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal sebagai Algae sangat populer dalam dunia perdagangan akhir – akhir ini. Rumput laut dikenal pertama kali oleh bangsa Cina kira – kira tahun 2700 SM. Pada saat itu rumput laut banyak digunakan untuk sayuran dan obat – obatan. Pada tahun 65 SM, bangsa Romawi memanfaatkannya sebagai bahan baku kosmetik. Namun dengan perkembangan waktu, pengetahuan tentang rumput lautpun semakin berkembang. Spanyol, Perancis, dan Inggris menjadikan rumput laut sebagai bahan baku pembuatan gelas. Kapan pemanfaatan rumput laut di Indonesia tidak diketahui. Hanya pada waktu bangsa Portugis datang ke Indonesia sekitar tahun 1292, rumput laut telah dimanfaatkan sebagai sayuran. Baru pada masa sebelum perang dunia ke – 2, tercatat bahwa Indonesia telah mengekspor rumput laut ke Amerika Serikat, Denmark, dan Perancis. Sekarang ini rumput laut di Indonesia banyak dikembangkan di pesisir pant...
Teknik Budidaya Cabai Organik Cabai atau lebih enak diucapkan “cabe” bisa ditanam di dataran tinggi ataupun rendah dengan pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan beraneka permasalahan (resiko), beberapa diantaranya adalah   teknik dan cara budidaya cabai , kekurangan unsur, serta serangan hama dan penyakit. PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya menolong penyelesaian permasalahan tersebut, supaya bisa terjadi peningkatan produksi cabai dengan berpedoman pada   kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ) , sehingga para petani bisa berkompetisi di era globalisasi atau pasar bebas. A. Fase Pra Tanam Pada Budidaya Cabai 1. Pengolahan Lahan §   Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2 §   Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu) §   Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2 §   Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm §   Siramkan SUPERNASA (1 btl) / POC NASA(1-2...